Senin, 26 November 2012

CARA MELAKUKAN MOBILITAS SOSIAL DAN SALURANNYA


1.    Cara mobilitas sosial
a.    Perubahan standar hidup
Kenaikan penghasilan tidak menaikkan status secara otomatis tetapi akan merefleksikan suatu standar hidup yang lebih tinggi. Hal itu akan mempengaruhi peningkatan status
b.    Perubahan tempat tinggal
Untuk meningkatkan status sosia, seseorang dapat berpindah tempat tinggal ketempat yang lebih baik, dengan fasilitas lingkungan sosial dan keamanan yang lebih baik. Sebagai contoh, awalnya seseorang tinggal di Perumnas. Kemudian pindah di perumahan Real estate. Dia menjalani suatu standar hidup tertentu yang sesuai dengan kelas san lingkungan yang baru.
c.    Perubahan tingkah laku
Untuk mendapatkan status sosial yang lebih tinggi, orang berusaha menaikkan status sosialnya dan mempraktekkan bentuk-bentuk tingkah laku kelas  yang lebih tinggi yang diaspirasikan sebagai kelasnya. Bukan hanya tingkah laku, melainkan juga pakaian, ucapan, minat dan sebagainya. Dia merasa dituntut untk mengaitkan diri dengan kelas yang diinginkannya.
Contohnya adalah seseorang yang mengubah tingkah lakunya agar diteima dalam lingkungan kelas atas. Agar penampilannya meyakinkan dan dianggap sebagai orang dari golongan lapisan kelas atas, ia selalu mengenakan pakaian  yang rapi dan terkesan mewah. Jika bertemu dengan kelompoknya, ia pun berbicara dengan menyelipkan istilah-istilah bahasa asing.
d.   Perubahan nama
Dalam suatu masyarakat nama diidentifikasikan dengan posisi sosial tertentu. Gerak sosial ke atas dapat dilakukan denganc cara mengubah nama diri menjadi nama yang menunjukkkan posisi sosial yang lebih tinggi. Sebagai contoh, dikalangan masyarakat feodal jawa, terdapat sebutan “kang” untuk lelaki biasa. Jika lelaki itu diangkat sebagai pengawas pamong praja, sebutan “kang” berubah menjadi “raden” sesuai dengan kedudukannya yang baru.
e.    Pernikahan
Peningkatan status sosial ke tingkat yang lebih tinggi dapat dilakukan melalui pernikahan. Sebagai contoh, seseorang yang berasal dari keluarga yang sangat sederhana menikah dengan orang dari kalangan keuarga terpandang dan kaya di masyarakatnya. Pernikahan itu dapat meningkatkan status orang tersebut.
f.     Bergabung (berafiliasi) dengan asosiasi tertentu
Seseorang dapat meningkatkan statusnya dengan bergabung pada salah satu organisasi tertentu. Contohnya, orang-orang yang tidak berpendidikan dapat bergabung dengan ormas-ormas tertentu. Setelah bergabung dengan ormas ia menyadari potensi dalam dirinya. Akhirnya ia diangkat menjadi ketua dalam organisasi itu dan menjadi populer di masyarakat. Dengan demikian, status sosialnya telah berubah

2.    Saluran mobilitas sosial
a.    Angkatan bersenjata
 bersenjata merupakan bentuk organisasi yang dapat digunakan untuk saluran mobilitas sosial vertikal keatas melalui tahapan yang disebut kenaikan pangkat. Misalnya, seorang prajurit akan mandapat penghargaan dari negara karena berjasa telah menyelamatkan negara dari pemberontakkan. Di Indonesia cukup banyak prajurit menduduki jabatan sebagai bupati, gubernur atau walikota.
b.    Lembaga-lembaga keagamaan
Seorang ulama sering dihormati, meskipun ia tidak memilii pendidikan tinggi. Demikian juga dengan pastor, pendeta dan kedudukan dalam keagamaan lainnya.
c.    Lembaga pendidikan
Lembaga-lembaga pendidikan pada umumnya merupakan saluran yang kongkret untuk melakukan mobilitas vertikal keatas. Bahkan lembaga pendidikan sering dianggap sebagai sosial elevator (perangkat) yang dapat mengangkat seseorang dari kedudukan yang rendah ke kedudukan yang lebih tinggi. Contoh, seorang anak nelayan dapat mengenyam sekolah kejenjang yang tinggi. Setelah lulus ia mendapatkan ijasah. Akhirnya ia bekerja sesuai dengan keahliannya. Contoh itu menunjukkan bahwa melalui pendidikan disekolah, seseorang dapat menaikkan derajatnya dan meraih masa depan yang lebih baik.
d.   Organisasi politik
Seorang anggota partai politik yang pandai, punya dedikasi tinggi dan loyal terhadap partainya kemungkinan akan cepat mendapatkan kedudukan dala partainya. Bahkan ia berpeluang menjadi anggota DPR/MPR. Pada negara-negara yang menganut demokrasi, organisasi politik mempunyai peranan yang penting. Agar seorang dapat terpilih menjadi wakil rakyat, ia harus memiliki kepribadian yang baik. Peluang jabatan yang ada dalam organisasi politik membuat organisasi tersebut berfungsi sebagai saluran mobilitas sosial.
e.    Organisasi ekonomi
Organisasi ekonomi mempunyai peranan penting sebagai saluran gerak sosial vertikal ke atas. Ukuran yang menjadi dasar saluran gerak sosial ini biasanya berupa kekayaan. Oleh karena itu organisasi ekonomi seperti BUMN, Persero atau PT dapat menjadi saluran untuk terjadinya mobilitas vertikal keatas.
f.     Organisasi keahlian
Organisasi keahlian merupakan wadah bagi mereka yang memiliki keahlian tertentu. Melalui organisasi keahlian, orang dapat  menjadi terkenal dan menduduki lapisan atas di masyarakat lingkungannya. Contoh, organisasi keahlian ICM, IDI, Persatuan seniman, persatuan sastrawan dan ikatan ahli hukum
g.    Saluran pernikahan
Sebuah pernikahan dapat menaikkan status seseorang. Seseorang yang menikah dengan orang yang memiliki status terpandang akan dihormati karena pengaruh pasangannya. Konsekuensi mobilitas sosial vertikal keatas dapat berdampak positif maupun negatif. Pada masyarakat terbuka (demokrasi), mobilitas memungkinkan orang dapat mencapai jenjang yang lebih tinggi. Hal itu dapat terjadi melalui persaingan. Jika status sosial tertentu dapat tercapai dalam persaingan, terjadilah mobilitas sosial keatas. Namun, jika dalam persaingan itu seseorang mengalami kegagalan, dia akan mengalami kecemasan dan kekecewaan. Pada masyarakat yang menganut sistem tertutup (kasta), kebahagiaan ataupun  kekecewaan tidak begitu dirasakan karena pada anggota masyarakat tersebut telah ditentukan status/kedudukan tertentu sejak dia lahir. 

0 komentar:

Poskan Komentar