Senin, 26 November 2012

KONFLIK DAN KEKERASAN


Dalam banyak definisi, ancaman dan kekerasan selalu dikaitkan dengan konflik, kekerasan merupakan alat dari konflik untuk mencapai tujuan. Namun, sesungguhnya konflik bebrbeda dengan kekerasan.
1.      Teori-Teori Kekerasan
Menurut Thomas Santoso, teori kekerasan dapat dikelompokkan ke dalam tiga kelompok besar, yaitu sebagai berikut.
a.       Teori Kekerasan sebagai Tindakan aktor (individu) atau Kelompok
Para ahli teori kekerasan kolektif ini berpendapat bahwa manusia melakukan kekerasan karena adanya faktor bawaan, seperti kelainan genetik atau fisiologis. Wujud kekerasan yang dilakukan oleh individu dapat berupa pemukulan, penganiayaan ataupun kekerasan verbal berupa kata-kata kasar yang merendahkan martabat seseorang. Sedangkan kekerasan kolektif merupakan kekerasan yang dilakukan oleh beberapa orang atau sekelompok orang.
b.      Teori Kekerasan Struktural
Menurut teori ini kekerasan struktural bukan berasal dari orang tertentu, melainkan terbentuk dalam suatu sistem sosial. Para ahli teori ini memandang kekerasan tidak hanya dilakukan oleh aktor (individu) atau kelompok semata, tetapi juga dipengaruhi oleh suatu struktur, seperti aparatur negara.
a.       Teori Kekerasan sebagai Kaitan antara Aktor dan Struktur
Menurut pendapat para ahli teori ini, konflik merupakan sesutu yang telah ditentukan sehingga bersifat endemik bagi kehidupan masyarakat.
2.      Cara Pengendalian konflik dan Kekerasan
Pengendalian suatu konflik hanya mungkin dapat dilakukan apabila berbagai pihak yang berkonflik terorganisir secara jelas. Menekan konflik agar tidak berlanjut menjadi sebuah tindak kekerasan memerlukan strategi pendekatan yang tepat.
a.    Pengendalian secara Umum
  Secara umum beberapa cara dalam upaya mengendalikan atau   meredakan sebuah konflik, yaitu sebagai berikut.
1)      Konsiliasi
2)      Arbitrasi
3)      Mediasi
4)      Ajudication
b.      Tindakan Menggunakan Manajemen Konflik
c.       Hasil Manajemen Konflik
1)      Konflik Kalah-Kalah
Konflik kalah-kalah terjadi apabila tak seorang pun di antara pihak yang terlibat mencapai tujuan yang sebenarnya, dan alasan-alasan/faktor-faktor penyebab konflik tidak mengalami perubahan.
2)      Konflik Menang-Kalah
Pada konflik menang-kalah, salah satu pihak mencapai apa yang diinginkannya dengan mengorbankan keinginan pihak lain.
3)      Konflik Menang-Menang
Konflik menang-menang dijalankan dengan menguntungkan semua pihak yang terlibat dalam konflik.
Selain beberapa gaya manajemen konflik seperti disebutkan di atas, masih ada beberapa pendekatan yang dapat dilakukan untuk menghentikan kekerasan, diantaranya adalah perdamaian melalui kekuatan, pendekatan pola kontrol hukum, serta keamanan bersama dan konflik tanpa kekerasan.

0 komentar:

Poskan Komentar